Jumat, 16 November 2012

Jenis Dana Investasi

Secara umum, dana investasi diputarkan pada 3 elemen berikut :
  1. Pasar uang (money market)
  2. Obligasi (pendapatan tetap)
  3. Saham (equity)
Pasar uang
Pergerakan harga unit dana pasar uang hanya sedikit (relatif stabil) sehingga bunga yang bisa kita peroleh juga tidak bisa banyak, namun dana ini mempunyai risiko yang paling kecil dibandingkan jenis dana obligasi dan saham.

Obligasi/pendapatan tetap 
Pergerakan harga unit obligasi juga sedikit, namun lebih besar dibandingkan pasar uang. Dengan kata lain, bunga yang bisa diharapkan lebih besar daripada bunga dana pasar uang, akan tetapi risikonya juga lebih besar daripada pasar uang. Risiko dana ini adalah sedang (masih lebih kecil jika dibandingkan saham).

Saham
Saham memiliki peluang berkembang paling besar dibandingkan dengan jenis dana pasar uang dan obligasi (Anda dimungkinkan mendapat bunga yang besar), namun risikonya juga paling besar dibandingkan kedua jenis dana lain tersebut. 

Mengatur Asuransi Keluarga



Dalam keluarga, prioritas kebutuhan asuransi adalah sebagai berikut (mulai dari prioritas utama) :
  1. Asuransi untuk ayah
  2. Asuransi untuk ibu
  3. Asuransi untuk anak
Ayah sangat penting sekali memiliki asuransi, karena ia adalah tiang utama ekonomi keluarga, yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga lainnya. Asuransi untuk ayah bertujuan agar jika suatu ketika ayah meninggal dunia atau menderita penyakit kritis yang menyebabkan ia tidak mampu menafkahi keluarga, keluarga tetap dapat melanjutkan hidup dengan layak, setidaknya untuk sementara waktu sampai keadaan menjadi lebih tenang. Asuransi untuk ayah juga lebih penting daripada asuransi untuk anak, karena usia ayah yang lebih tua sehingga lebih berisiko terhadap sakit dibandingkan dengan anak. Ada orang yang lebih memilih untuk mengambil asuransi pendidikan untuk anak. Hal ini sebenarnya kurang tepat. Dalam hal pendapatan keluarga terbatas, asuransi ayah harus lebih didahulukan daripada anak. Kita bisa menabung untuk anak (guna kepentingan sekolahnya di masa depan) dengan menggunakan asuransi ayah, sebab asuransi ayah sama saja bisa ditarik nilai tunainya.
Ibu adalah orang kedua yang penting untuk mempunyai asuransi. Asuransi untuk ibu lebih penting daripada asuransi untuk anak, karena ibu usianya lebih tua daripada anak, sehingga lebih dekat pada risiko sakit dibandingkan anak.
Anak adalah prioritas terakhir untuk memiliki asuransi. Asuransi untuk anak seyogyanya dimiliki jika keluarga memang mempunyai dana untuk membiayai asuransi ayah dan ibu. Asuransi untuk anak bisa dijadikan sarana orangtua menabung untuk bekal hidup anaknya kelak. Menurut saya, memberikan tabungan kepada anak dalam bentuk asuransi lebih bijaksana daripada memberikan tabungan dalam bentuk rekening tabungan. Hal ini disebabkan karena nilai tunai dalam asuransi tidak bisa diambil semudah mengambil nilai tunai tabungan bank yang cukup menggunakan ATM. Kalau kita memberikan bekal kepada anak berupa asuransi, seumur hidup asuransi itu bisa dibawanya dan diberikan kepada keluarganya kelak. Selain itu, dengan menambahkan manfaat jaminan perawatan rumah sakit, ia tidak perlu memikirkan biaya perawatan rumah sakit lagi sampai umur 70 tahun.

Apakah Dana Anda akan Aman?

Bunga investasi memang tidak bisa dipastikan. Perkiraan nilai tunai yang tertulis dalam ilustrasi bukanlah jaminan nilai yang akan Anda peroleh (dalam ilustrasi tertera pernyataan ini). Harga unit investasi berubah-ubah, kadang naik, kadang turun. Akan tetapi, sebagai nasabah, Anda selalu dapat memantau perkembangan harga unit dana milik Anda, yaitu melalui bulletin edaran dari perusahaan asuransi Anda, maupun dari koran bisnis, atau melalui media internet.
Dalam asuransi, Anda juga diberi kesempatan untuk memilih jenis dana investasi. Bila Anda adalah orang yang ingin aman (tidak suka ambil risiko), Anda bisa memilih jenis dana pasar uang, karena dana pasar uang ini stabil, tidak seperti saham yang bisa anjlok suatu waktu. Akan tetapi, jika Anda memilih dana yang stabil, itu berarti Anda juga tidak bisa mengharapkan bunga yang tinggi. Bila Anda menginginkan bunga yang lebih tinggi dengan risiko yang lebih kecil dibandingkan saham, Anda bisa memilih dana obligasi (pendapatan tetap).

Kelebihan/kelemahan menabung lewat asuransi

Kelebihan menabung lewat asuransi :
Asuransi memaksa kita untuk disiplin dalam menabung
Asuransi sesungguhnya memaksa kita untuk bijaksana dalam mengatur keuangan. Ahli ekonomi mengatakan bahwa dalam menabung jangan kita menghabiskan uang terlebih dahulu baru menabungkan sisanya, melainkan kita harus menabung lebih dahulu, baru menghabiskan sisanya. Ini sangat masuk akal, karena, seberapa besar pendapatan kita, kita gagal menabung bila kita menabung di akhir, sebab uang itu begitu mudah kita habiskan. Kita selalu tergoda menghabiskan uang apabila kita mengetahui kita masih punya uang. Jadi, dengan ikut asuransi, sebenarnya kita dipaksa untuk disiplin dalam mengalokasikan pendapatan kita untuk menabung.

Asuransi tidak hanya memberikan nilai tunai tabungan, melainkan juga jaminan sejumlah dana apabila kita mengalami kondisi buruk yang tertera dalam isi perjanjian (kematian tertanggung, perawatan di rumah sakit, penyakit kritis, dan sebagainya).

Asuransi memungkinkan kita berinvestasi
Meskipun kita hanya punya sedikit dana, dan meskipun kita tidak punya kepandaian untuk bermain dalam investasi, kita bisa menikmati hasil investasi.


Kelemahan menabung lewat asuransi
Kita baru bisa menikmati dana tabungan sesudah masa tertentu
Perkembangan nilai tunai secara maksimal baru bisa kita nikmati sesudah masa 5 tahun. Kita bisa menarik dana pada tahun-tahun awal, namun jika kita menarik dana pada tahun-tahun awal (tahun 1, 2, 3), kita rugi, karena nilai tunainya tidak sama besar dengan jumlah uang yang kita setorkan. Pada dua tahun pertama, nyaris semua dana yang kita setorkan digunakan untuk membayar jasa kepada perusahaan asuransi. Selain itu, jika kita menarik dana pada tahun awal, kita masih dikenai pajak.

Kita tidak bisa berhenti membayar premi dalam dua tahun pertama
Apabila kita berhenti membayar premi asuransi dalam dua tahun pertama, berarti asuransi kita akan batal. Perjanjian yang tertera di polis menjadi tidak berlaku lagi. Kalaupun kita bisa menarik dana, kita hanya akan mendapat sedikit sekali dana, jauh lebih sedikit dibandingkan dana yang telah kita setorkan. Kita baru bisa melakukan cuti premi, yaitu berhenti membayar premi untuk sementara waktu dengan tetap mendapatkan jaminan, setelah polis berjalan selama dua tahun.

Apakah Anda Butuh Asuransi?

Anda adalah pencari nafkah utama ---> sangat butuh, sangat mendesak.
Saran : Apabila dana terbatas, ambil asuransi jiwa murni.

Anda bukan pencari nafkah utama --> butuh, tapi tidak mendesak
Saran : Bila ada dana, fokuskan produk asuransi dengan jaminan kesehatan atau jaminan perawatan rumah sakit.


"Bagaimana bila saya sudah punya asuransi dari perusahaan tempat kerja saya?"
Apabila perusahaan tempat Anda bekerja sudah memberikan fasilitas tunjangan pensiun, tunjangan kecelakaan kerja dan tunjangan kesehatan, sebenarnya kebutuhan Anda akan asuransi tidak mendesak. Akan tetapi, menurut saya, jika Anda mempunyai sedikit dana lebih, Anda lebih baik menambah asuransi secara pribadi. Mendapat tunjangan dari perusahaan tempat kita bekerja adalah sangat menguntungkan, namun, lebih bijaksana apabila kita tidak menggantungkan diri hanya pada perusahaan tempat kita bekerja. Suatu saat, kita akan pensiun, dan saat itu perusahaan tidak lagi memberikan tunjangan atas kematian kita ataupun tunjangan kesehatan. Ditambah lagi, ada risiko kita secara mendadak tidak lagi bekerja di perusahaan itu, misalnya karena perusahaan mengalami bangkrut, atau kita mengalami cacat atau sakit sehingga tidak bisa bekerja lagi. 

Asuransi Memiliki Kekuatan Hukum?

Asuransi adalah perjanjian tertulis. Itu sebabnya polis Anda mempunyai kekuatan hukum. Anda bisa menuntut perusahaan apabila perusahaan tidak melakukan apa yang tercantum dalam buku polis. 

Benarkah pihak Anda akan diuntungkan?

Bila kita melihat sejarah munculnya asuransi di dunia ini, kita akan menyadari bahwa asuransi diciptakan untuk kepentingan nasabah. Asuransi adalah ide yang muncul dari para tentara perang yang punya kebiasaan menabung bersama-sama, dan kemudian, apabila salah satu dari mereka meninggal di medan pertempuran, uang yang telah terkumpul tersebut diberikan kepada anggota keluarga rekan yang meninggal tersebut.
Asuransi jiwa diciptakan untuk memberikan pertolongan finansial darurat kepada keluarga yang kehilangan tiang ekonominya. Kinerja asuransi secara singkat bisa digambarkan seperti ini. Orang-orang mengumpulkan sejumlah dana, kemudian dana itu diberikan kepada anggota yang meninggal. Mungkin pertanyaan Anda adalah, apakah akan cukup? Oleh karena orang-orang yang mengumpulkan dana tersebut tidak meninggal pada saat yang sama (tiap tahun, jumlah orang meninggal dunia ada dalam persentase tertentu), maka dana pasti akan cukup. Dana yang ada itu sendiri juga dikelola oleh perusahaan melalui investasi. 
Asuransi jiwa unit link yang populer sekarang ini mempunyai masa pertanggunggan hingga usia nasabah 99 tahun. Ini berarti, hampir bisa dipastikan kita akan menerima uang pertanggungan dari perusahaan sebesar yang tertulis dalam polis (belum termasuk hasil investasinya). Uang pertanggungan ini akan menjadi warisan untuk anak-anak kita atau anggota keluarga yang kita cintai. Sedangkan hasil investasi sebagai manfaat sampingan dari asuransi unit link, bisa kita nikmati sendiri, jika kita menghendaki untuk mengambilnya sebelum kita meninggal dunia.